sehinggabisa lewat di jalan orang yang aman jadikan aku golongan penyair yang beruntung dan makmurkan bersama majlis orang yang untung. 2022. DOA MINGGU. dengan namaMu aku tak berharap kecuali karuniaMu aku tak takut kecuali keadilanMu aku tak percaya kecuali firmanMu aku tak pegang kecuali taliMu semoga hari esok kebaikan bersamaku aamiin. 2022. Puisisantri untuk orang tua dan gurunya. Video diambil dari kegiatan dan keseharian santri TKQ TPQ MIFTAHUL HUDA 2 BAYASARI. Sangat beruntunglah mereka karena memiliki orang tua yang sangat Kumpulanpuisi hari santri nasional terbaik Yuk, baca kumpulan pantun nasehat orang tua ini agar hid Kamilahpara santri. Pejuang ilmu, pejuang masa depan. Kami rapatkan diri ini pada ilahi. Berharap kelak diridhoi. Cita dan asa kami jelas. Tuk orang tua, tuk agama. Tuk bela kebenaran. Melepas belenggu kebodohan. Kami ingin meneruskan jejak para wali, para khalifah . Menjadi penerus Nabi #4 Pondok Santri. Sarung dan kupluk, sederhana tapi membangga 3Contoh Puisi Santri Paling Sedih tentang Hidayah. Berikut adalah 3 contoh puisi santri tentang hidayah dan agama Islam yang kami ambilkan dari buku Taman-taman Hidayah karya Khansa Kurnia. 1. HatiHati Memilih Menantu.(nasehat untuk para orang tua) ^_^ Posted on Juni 26, 2014 by PISS-KTB Diceritakan, dahulu di kota marwu (salah satu kota di negara Persia), terdapat seorang laki-laki yang bernama Nuh bin Maryam, ia adalah seorang pemimpin sekaligus Qadli kota tersebut. . JANJI SUCI By _Ahmozy Kebumen_ Ibu, Ayah..., Bu Nyai, Pak Kiai..., bukalah pintu yang kami ketuk, namun kami mohon, tidak harus dengan air matamu..., derap langkah ltu, tegap menatap, kian menggebu, menjerit susuri relung kalbu, menjelma pantang mundur, inilah gelombang ketegaran, yang harus menerjang, karang karang keangkuhan, menjinakan rasa-rasa malas memilukan, menderu tak terbatas waktu, inilah janji suci anakmu, santrimu..., yang mengharapkan pintu ridhamu terbuka, Ini tekad bulat bu, pak, bunyai, pakkiai..., Semakin hari kian mengkristals, membeku kuat, bak beton jalanan yang tak pernah mengeluh, tepikan sesal, melaju tak kenal henti, menggilas tegas duri duri tirani, yang membelukar di jantung hati manusiawi, yang wajar menghantui, pekik aku pasti bisa itu, kian menggema di dada, menjelma bara juang, membakar padang, ilalang jiwa jiwa pecundang, lautan pun diarungi, setinggi langit pun didaki, sepahit apapun, ini tetap janji suci, panji-panji janji itu, kokoh berdiri dan abadi, di bukit bukit pengabdian diri, tegar berkibar menebar ikrar, tak pernah gentar, menghadang jiwa jiwa ingkar, untukmu orang tua kami, untukmu guru-guru kami, beri aku sedikit waktu, untuk menyemai damai, di taman surga, pesantren tercinta ini, sebagai bukti bhakti, kami mengharapkan terbuka, pintu Ridha yang menghantarkan janji suci ini, menuai Ridha Rabbbnya. Apakah Anda mencari gambar tentang Puisi Santri Untuk Orang Tua? Terdapat 44 Koleksi Gambar berkaitan dengan Puisi Santri Untuk Orang Tua, File yang di unggah terdiri dari berbagai macam ukuran dan cocok digunakan untuk Desktop PC, Tablet, Ipad, Iphone, Android dan Lainnya. Silahkan lihat koleksi gambar lainnya dibawah ini untuk menemukan gambar yang sesuai dengan kebutuhan anda. Lisensi GambarGambar bebas untuk digunakan digunakan secara komersil dan diperlukan atribusi dan retribusi. "Pengabdian"Sampai kapanpun, ada satu hal yang akan selalu ku pertahankanhingga usia takdzim kepada yang mengabdikan dirinya demi ilmuMenebar cahaya tanpa peduli waktuMenanamkan cinta, dalam setiap waktuYang mengajar ikhlas tanpa berharap balasYang memberi tanpa menuntut kembaliMenjadi inspirasi ratusan santriUntuk terus kembangkan rindu rindu dengan ketegasannya,Kesabarannya, semangatnya, humornya dan kerendah hatinya,Tak ada yang dapat menghitung apa yang beliau seringkali diri ini berulah, kau tetap menghadapiku dengan diriku yang penuh dengan banyak kagum untuk diutarakanAkan teduh wajahmu yang membawa kedamaianSatu hal yang pasti,Sekarang dan selanjutnya,tugasku hanya satu, menjadi kebaikan di manapun berada,Menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnyaDemi menjaga keutuhan IndonesiaEntahlah apakah aku mampu, tapi aku akan tetap mencobaKarena aku tahu, doamu akan selalu ustadzku, tanpa jasamu, apa dayaku kiniBanjarmasin, 12 Juni 2021"Pesantren Ku"Tugasmu begitu muliadi atas tanahmu, banyak tangan menengadah berdoaterpancar sinar-sinar ilahikau bak air yang mengalirkan hidayah dan rahmat untuk para santriPesantrenkuPancasila dalam rangkulmu, Toleransi sikapmu,mengaji kebiasaanmu,persatuan Indonesia prinsip semangatmuPesantrenku,Keberagaman kau mulyakanilmu sebagai nafas kehidupanKyai dan ustadz-ustadzah sebagai suri taladanSuara Al-Qur'an selalu kau gemakanPesantrenku,Kau membuat silau, kesederhanaan saja dapat membuat para santri bahagiapadahal banyak insan bersusah payah mencari bahagia padahal segalanya ada padanyasungguh indah Pesantrenku mengajari bersyukur mengharap ridho-NyaBanjarmasin, 12 Juni 2021"Puisi Santri"Sederhana bajukumembara semangatkucahaya kesejukan jiwa selalu kuburudi atas sajadah, dan dzikirkudzikir yang selalu membuatku berfikiraku adalah seorang fakirfakir ilmu yang harus terus belajar tanpa akhiruntuk mendapatkan ridho kepada sang Al Mutakabbirbanyak kerabatsuka dan duka selalu terseratkasih dan sayang ku rawatmenjadi insan yang mandiri dan kuatJalanku selalu dipanduoleh lentera yang dibawa ustadz/ah kuaku bersyukur pada-MUOh, Tuhan ku yang tiada bosan memperhatikankuBanjarmasin, 12 Juni 2021"Maafkan Aku Pondok Ku"Di atas tanah yang penuh berkahbertaburan doa para santri Daarul IshlahAku berdiri menatap diritertawa dalam kebodohan tanpa artiMelangkah dalam keangkuhan tanpa rendah hatiberkata sami'na wa ata'na tapi bertindak tanpa bukti nyatapadahal aku santri yang dilahirkan ditanah iniDesa Batu Meranti,Maafkan aku daarul ishlah ku, yang lupa ungkapan terimakasihkuTak menghayati niat dan tujuanku dibesarkan dipesantren inimembiarkan airmata ibu dan tetesan keringat perjuangan ayah maafkan daarul ishlahku, aku tahu engkau berduka, apabila memandang kelakuanku yang bersebrangan dengan prinsip kesantrian yang engkau tanamkanaku tahu engkau terluka apabila memandang diriku yang terkapar tak berdaya menghadapi perkembangan zamanWahay diriku yang berdosakembalilah kefitrah manusia dengan segunung penyesalankarena Allah memaafkan hamba-hamba pendosawahay diriku yang ternoda, tanamkan lah dengan kuat dalam jiwabahwa naluri santri menyatu dengan raga mengalir dengan darahTerimaksih daarul Ishlah, tlah mengajariku berjuta-juta ilmu dan bergunung-gunung pengalamanAku yakin,Bahwa santri itu indaaah, mengayomi umat, menebar rahmatBanjarmasin, 11 Juni 2021 Home » PPNIjunior » Kumpulan Puisi, Persembahan Untuk Ibu I Kerinduan Seorang Santri Ibu adalah sosok manusia paling berjasa dikehidupan kita,sosok ibu layaknya malaikat yang selalu memberikan kasih sayang dan cinta tulus terhadap keluarga ,terutama anak anaknya. Pada peringatan hari ibu tahun ini para santri diberi kesempatan untuk menuangkan bakatnya dibidang karya cipta dengan diadakan sebuah perlombaan "Cipta Puisi Spesial Hari Ibu DINI Dunia Imajinasi Nurul Ihsan". Berikut ini beberapa karya terbaik kreasi para santri yang dituangkan untuk mencurahkan kerinduannya kepada ibu mereka,berupa beberapa untaian puisi yang dipersembahkan untuk sang ibu tercinta. MALAIKAT TANPA SAYAP Oleh Meisy Triana Dewi Tunjukanlah… tunjukanlah kepadaku… Dimana letak perhatian yang lebih besar Selain perhatian dari seorang ibu… Dimana adanya sumber kasih sayang yang lebih tulus Selain kasih sayang dari seorang ibu.. Dimana ada pengorbanan yang lebih pedih Selain pengorbanan seorang ibu IBU.. Harus dengan apa aku membalas semua jasa jasamu.. Bila harus membopongmu kemana mana aku siap ibuu.. Sekalipun harus menyuapimu.. melayani setiap hari.. Sekalipun harus ku berkorban jiwa ragaku.. Aku sanggup ibu.. Aku sanggup TUHAN… Andai aku tau kapan senyum terakhirnya… Akan ku buat itu sebagai senyuman terindah sepanjang hidupnya...andai aku tahu kapan air mata terakhirnya dijatuhkan.. Akan kujadikan itu sebagai air mata bukti kebahagiaan JASA SEORANG IBU Ibu ………… Kau merintihkan tangis di saat melahirkan ku Kau kuat merasakan sakit demi kehadiranku di dunia ini Pengorbananmu begitu besar Namun entah bagaimana membalasnya Kau rela memberikan waktu dan semua yang kau miliki Namun …………… Seringku menyakiti dan melukai hatimu Sering aku bantah dirimu Tapi sabar dan tabah selalu menyertai hatimu,ma’afkan diriku ibu ……. Rasa rindu di hatiku begitu dalam karena jauh darimu ….. Jasamu …… Sungguh semua jasamu begitu mulia Ku sangat mencintaimu ibu …… Dan begitu malunya diriku ….yang tak bisa membalas semua kasih sayang dan jasa –jasamu penerang ….. Kaulah pelita hidupku yang gelap,kau juga yang menghilangkan rasa gelisahku Kau jadikan rasa gelisahku menjadi rasa yang tentram Kau buat rasa sedihku jadi bahagia Di kala kau sakit kau berkata baik,di kala ku sedih kau katakan bahagia Dan di sa’at kau lelah kau berkata semangat,kau katakana itu semua hanya karna diriku Do’aku ….. Dalam pengabdianku padamu …. Ku sertakan do’a untukmu ….. Semoga kau di sana tetap dalam lindugan alloh …. Dan semoga ku tetap besamamu di dunia hingga di surga nanti IBU Oleh Siti fahrotul amanah Di setiap baris dan ba’it Ku tuliskan kata yang mewakili asa untuk yang tercinta Yang namanya selalu ada dalam dada Dialah ibu …. Sosok yang paling berjasa dalam hidupku Yng tak pernah lelah Untuk memperjuangkan kebahagiaanku Kau tak pernah lelah Menasehatiku karena kenakalan dan tingkah laku ku Setiap sa’at aku selalu mengingatmu dan merindukanmu Ibu …… Aku rindu masa – masa sa’at kita bersama Meskipun sa’at ini engkau jauh dariku Do’aku tercatat selamanya Di langit untukmu IBU PAHLAWAN HIDUPKU Oleh Athiyatul mukaromah Oh ….ibu ….. Ibu engkaulah wanita pelita hatiku Engkau yang telah melahirkan dan membesarkanku Engkau yang telah mengasuhku dengan sabar Ibu ……. Betapa sabarnya engkau merawatku Betapa besar pengorbananmu di sa’at melahirkanku Sesakit apapun dirimu , tetap kau tahankan demi anakmu Tanpamu entah bagaimana hidupku Karena engkau yang telah merawat dan membesarkanku Jasa – jasamu begitu besar tapi aku tak mampu membalasmu Ma’afkan aku ibu Ma’afkan aku yang belum bisa membahagiakanmu Terima kasih ibu Engkau telah merawatkuPEREMPUAN TERHEBAT Oleh Dewi Fatimah Sungguh besar jasamu Sungguh besar pengorbananmu Betapa aku menyayangimu ibu Ibu kaulah pahlawanku Kau selalu menghiasi hari – hariku Entah apa yang bisa ku lakukan tanpamu Kau rela membagi jiwa ragamu untuk anakmu Bahkan kau rela mempertaruhkan nyawamu Demi mengeluarkanku dari rahimmu Kau membesarkanku dengan kasih sayang Aku ingin selalu bersamamu Aku tak ingin kehilanganmu Terima kasih ibu atas apa yang telah kau berikan Kau yang telah menjagaku selama ini Terkadang aku sering membangkang Tidak menuruti nasehatmu ibu Ma’afkan anakmu Ma’afkan aku yang belum bisa membahagiakan serta membalas jasa – jasamu Hanya do’a yang bisa aku berikan Semoga aku bisa membahagiakanmu Sebelum aku atau ibu IMAJINASI NURUL IHSAN Kisah Web - Santri adalah pemegang tongkat masa depan. Ditangan mereka masa depan umat dan bangsa akan dipegang. Puisi tentang santri masa depan ini akan memberikan gambaran terkait peranan santri terhadap masa santri yang sedang mondok adalah para remaja dan pemuda yang kini sedang menimba ilmu. Mereka memperdalam ilmu islam sebagai pegangan untuk masa depan. Harapanya adalah akhlak mulia dan juga pemahaman cara beribadah. Sehingga mereka tidak gagap menjalani kehidupan saat dewasa dan tua ini adalah beberapa puisi yang menggambarkan tanggjungjawab santri untuk masa depan; 1 Happy nyantriSaat banyak pasang mata menatap senja, aku terkurung disiniTerpenjara dalam samudera ilmuTak ada layar kaca drama, yang ada hanya para ulamaTak ada waktu senda gurau, yang ada hanya berguruBangunan pondok jadi saksikuAtas basuhan llmu yang mebuat aku mengigil saban subuhTak apa, aku sedang diajarkan menata kehidupan masa depanAku yakin bahwa semesta tak kan bercandaNiat baik pasti berujung dengan kebiakanHappy nyantri2 Berjuanglah Manfaatkan kejayaan iniMasa dimana darah akan mengalir kencangMasa dimana daya serap amat kuatBerjuanglah merengkuh masa depanManfaatkan masa mudamu, sebab kelak banyak yang bertumpu padamuWahai santri berjuanglahPerjuangan akan berbuah komitmenSebab hasil tak khianayi proses3 Santri BisaDulu santri mengukir sejarahMenulis tinta kejayaan islamMerajut kemerdekaanMereka tercatat sebagai para pejuang dan pahlawanKini, apakah bisa santri menjadi penerusMengisi kemerdekaan dengan baik Membela negara dan membela kebenaran ? Bisakah membuat wangi ????Jawabanya bisa Santri pasti bisa mengubah duniaSebab santri sudah diajari akhlak, norma, adab dan segala halSantri lebih berisiSantri bisaWahai santri, awali lah dengan bismillahAkhiri dengan ketuntasan4 Punya Masa DepanPunya siapakah masa depan ?Ialah milik mereka yang punya impianIalah milik mereka yang saat ini sedang belajarMilik mereka yang sedang mondokMilik para santri-santriMilik para pemuda yang suka ngajiYa, kenapa hanya milik mereka mereka ?Sebenarnya semua memang punya masa depanTapi tak semua masa depan itu cerahKecerahan didapat dari kerja kerasDari memperbanyak pelajaran, bukan hanya rebahan5 Jadi Santri PemberaniKeberanian akan memisahkan orang-orangYang berani akan maju atau setidaknya lepasYang takut akan tenggelam dan kandasLihatlah hewan penakut, ia akan jadi diternak sajaLihatlah hewan pemburu, ia bebas memilih mangsaTakut hanyalah belengguSifat berani akan membawa majuWahai para santri, ilmu dan adabmu tak kan lengkap tanpa keberanianKelak akan banyak tatanganDoa tanpa usaha adalah bodongUsaha tanpa doa itu sombongSantri tanpa keberanian mana bisa jadi daiSantri tanpa berani mana bisa bangun dari mimpiJemput ilmu, asah mentalJadilah santri gigih, kuat dan pemberaniSebab masa depan amat banyak tantangan diriGenerari saat ini tentu adalah mereka yang serba cepat, santri milenials akan dihadapkan dengan teknologi super cepat. Oleh sebab itu, para santri tak boleh ketinggalan jaman. Harus menguasai teknologi agar mudah beradaptasi menjemput masa harus mengikuti jaman, menyerap dan beradaptasi. Hal ini agar keberadaan nya tidak terseingkir. Santri kudu bisa berpengaruh di era modernisasi ini. Jangan hanya menjadi penonton saja. Sobat, itulah kumpulan tentang santri masa depan. Semoga bisa menjadi motovasi, inspirasi dan juga referensi. Santri berdaya, umat digdaya. Santri hebat negara akan maju. Salam santri, mari ngaji. Contoh Puisi Tentang Hari Santri Nasional Tahun 2022. Dok. KemenagSelamat Hari Santri Nasional Tahun 2021!Alhamdulillah, ya, 22 Oktober Tahun 2022 akan segera menyapa sekaligus mengabarkan kepada kita bahwa sekaranglah saatnya peringatan Hari Santri Nasional yang kelima belum ada yang namanya Hari Santri. Padahal sudah sejak lama mereka berkontribusi untuk agama serta pembangunan umat dan negara. Sudah sejak sebelum kemerdekaan Indonesia memasuki tahun 2015, akhirnya turunlah KEPPRES No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Sedangkan peringatan pertama kali digelar pada 22 Oktober Barakallah. Indonesia sudah mengakui santri sebagai salah satu pelopor kemajuan daripada itu, peran santri dan pondok pesantren pula diharapkan dalam berkontribusi maksimal serta mewujudkan Indonesia Emas Tahun di tahun 2022 ini? Sayangnya kita masih berkutat dengan pandemi. Meski begitu, tema peringatan Hari Santri Nasional kali ini sangat menarik, yaitu "Santri Siaga Jiwa dan Raga".Lebih menariknya lagi, logo Hari Santri Nasional tahun 2021 kemarin juga punya kesan inspiratif nan Logo Hari Santri Tahun 2021. Dok. KemenagPemerintah melalui Kementerian Agama mengungkapkan bahwa, berbagai ukiran logo HSN tahun 2021 melambangkan Ibadah Sholat, Sujud, Kebersamaan, Semangat, dan warna-warni dalam logo HSN menegaskan luapan semangat dan kolaborasi santri untuk mengabdi kepada negeri dan Ilahi pada kesempatan kali ini, ingin menghadirkan beberapa bait puisi tentang Hari Santri puisi Hari Santri Nasional 22 Oktober Tahun 2022 ini ditulis dengan padat, pendek, serta menginspirasi santri untuk siaga jiwa dan langsung disimak saja yaContoh Puisi Hari SantriContoh Puisi Hari Santri. Dok. KemenagPuisi 1 Pamitku untuk Menuntut IlmuFajar belum lama menyapa, tapi ternyata koperku sudah penuh. Sejumput pakaian kubawa pergi. Sedangkan ransel ini penuh dengan catatan kosong tanpa kujadikan buku catatan ilmu saat di pesantren nanti. Al-Quran, hadis, kitab kuning, Ihya Ulumuddin, Bahasa Arab. Lalu…apa sudah siap meninggalkan ramainya ruang dan Bunda sudah menyiapkan sekarpet telur dan berkardus-kardus mi. Aku sudah siap untuk sementara untuk mengetuk pintu Ilahi. Mengenakan sarung, tampil dengan rapi. Bukan tentang tampan dan cantik, tapi kerendahan dan Bunda;Pamitku hari ini adalah untuk menuntut ilmu. Sapu tangan sudah kepalang basah tetapi aku tidak yakin akan bahagia belajar Nahwu Shorof. Ayah dan Bunda pasti bangga ketika aku mampu membaca huruf hari ini untuk menuntut ilmu. Di tempat yang sederhana. Penuh berkah. Penuh ilmu. Juga tuntutan adab seraya berakhlak dan Bunda;Aku memohon doa dan ridho Allah dari kedua tengadah tangan kalian. Bukan sekadar ilmu kaya badan, tapi juga ilmu kaya lain ialah sebagai bekal supaya kita bisa bersama-sama di surga. Ozy V. AlandikaPuisi 2 Santi Siaga Jiwa RagaJadilah santri yang siagaYaitu mereka yang siap berjihad di jalan-NyaSantri yang peduli dengan keluargaSantri yang mau membela negaraJadilah santri yang siagaYang berjuangnya tidak setengah rayaYang upayanya murni setulus jiwaEnggan mengeluh, apalagi murung dalam dukaSantri siaga jiwa dan ragaKuat dalam Islam, iman dan akhlak muliaBerjuang bersama menuju takwaPeduli akhirat namun tidak melupakan duniaJadilah santri siaga jiwa ragaDoakan yang terbaik sepenuh hati setulus jiwaBukan hanya untuk diri, keluarga dan agamaTapi juga untuk Indonesia maju menuju jayaKarya Ozy V. AlandikaPuisi Hari Santri 22 Oktober, Pendek dan MenginspirasiPuisi Santri 22 Oktober, Pendek dan Menginspirasi. Dok. KemenagPuisi 3 Anak Pesantren BerkaryaJangan kau kira anak pesantren tak punya karyaSungguh mereka benar-benar dalam berupayaTidak hanya mengaji, beribadah, dan berdoaTapi juga berusaha menggapai cita-cita negaraDua puluh dua Oktober pengakuan itu tibaKarena santri akan berperan mewujudkan Indonesia emasJauh dari orang tua dan keluarga tidak sedikit pun mendatangkan ibaKarena kisah duka Bumi Pertiwi akan membuat kita lemasAnak pesantren punya banyak karyaTidak hanya nasional tapi juga menduniaMenegakkan resolusi jihad adalah yang utamaJuga tak pernah lelah berkontribusi untuk negaraAnak pesantren punya karyaJangan kau pandang mereka sebelah mataAnak pesantren punya karyaApresiasilah mereka selagi kau bisaKarya Ozy V. AlandikaPuisi 4 Sarung Menuju SurgaSarung itu tampak kusam. Sungguh sudah sangat lama dipakai. Sudah berkali-kali dicuci. Senantiasa menemani santri yang terlelap hingga bangun tahajud, dia ada. Saat membaca Al-Quran, dia tersedia. Saat aku jauh dari orang tua, dia mendampingi. Dan saat aku bermain, dia terjemur rapi seraya melambai kepada saat itu dia menyapa kepada sang surya agar cahayanya semakin terik. Sarung ingin dirinya segera mengering. Dia ingin kembali ke pangkuan belum menemaninya belajar Bahasa Arab. Kitab fikih belum dia dekati. Belum pula dengan shalawat seterusnya ingin dekat dengan santri. Menemani dalam fastabiqul khoirot. Menggaungkan amar ma’ruf nahi dia ingin menjadi saksi. Sarung yang akan ikut mengaku bahwa santrinya layak menuju Ozy V. AlandikaPuisi 5 Aku Bangga Menjadi SantriAku bangga menjadi santriJauh dari keluarga tak menjadikanku sepiAku bahagia belajar dan mengajiAku ceria bershalawat kepada NabiAku bangga menjadi santriMenuntut ilmu menggapai ridho IlahiKeterbatasan bukan alasanku untuk bermurung diriKarena ada harapan kedua orang tua yang tertancap di sanubariAku bangga menjadi santrikarena santri juga harapan negeriTidak sekadar jihad tidak juga resolusiTapi bersatu wujudkan impian Bumi PertiwiSantri berusaha setiap hariMencuci baju, setrika, bahkan masak sendiriMereka sejak kecil diajar mandiriUntuk bekal berdakwah dan bersafariDoakanlah yang terbaik untuk santriKarena mereka adalah harapan NusantraJadikan sabar dan sholat sebagai bekal diriLalu siapkan tenaga untuk mengabdi kepada negaraKarya Ozy V. Alandika**Hamdulillah! Demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat tentang beberapa contoh puisi tentang Hari Santri Nasional 22 Oktober tahun momentum bahagianya para santri kali ini, mari kita apresiasi, dukung, dan doakan yang terbaik untuk para ya, kumpulan puisi Hari Santri di atas boleh kalian bagikan ke media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga itu, puisi Hari Santri yang menginspirasi juga cocok untuk dibacakan pada kegiatan peringatan HSN Tahun Santri Day 2022!

puisi santri untuk orang tua