PISA menempatkan Indonesia di papan bawah, yaitu peringkat ke-72 dari 78 negara. Posisi itu jauh di bawah negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand, apalagi Singapura. Kemampuan siswa Indonesia dalam membaca, matematika, dan sains termasuk terendah di dunia.
Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini terbilang rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di Dunia. Menurt hasil survei mengenai sistem pendidikan menengah di dunia pada tahun 2018 yang dikeluarkan oleh PISA (Progamme For International Student Assesment) pada tahun 2019 lalu, Indonesia berada di posisi ke-6 terendah
Dilansir dari laman Mappr.co, ada beberapa negara dengan IQ terendah hingga dianggap sebagai negara paling bodoh di dunia. Negara tersebut bahkan menyentuh angka IQ hingga 43 poin dengan IQ rata-rata dunia sebesar 82.03 poin. Itu artinya, IQ mereka hampir setengah dari rata-rata IQ manusia di bumi dan berada jauh di bawah tingkat kecerdasan dunia.
Jelas sekali, pada abad ke-21 ini, cabaran tentang pendidikan semakin mencabar, seiring dengan tuntutan global antaranya ledakan teknologi maklumat, era globalisasi, industri 4.0 dan ekonomi digital serta yang terkini adalah penularan pandemik Covid-19 di seluruh dunia, mengakibatkan berlakunya ‘the new norm’ dalam kehidupan manusia.
Pendidikan sangat penting dalam sebuah tatanan negara karena dalam perubahan regenerasi diperlukan generasi yang berpendidikan untuk membangun segala faktor dalam sebuah negara. Pendidikan juga diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 ayat 1 dan 2.
Mengutip perkiraann CIA World Factbook 202, berikut adalah 10 (sepuluh) negara dengan tingkat kelahiran terendah di 2021. 1. Monako, tingkat kelahiran per 1000 orang 6,63. 2. Korea Selatan, tingkat kelahiran per 1000 orang 6,89. 3. Andorra, tingkat kelahiran per 1000 orang 6,91. 4.
.
negara pendidikan terendah di dunia